Terdapat lebih dari 100 teknik untuk mengoreksi deformitas bunion secara bedah. Belakangan ini, teknik yang lebih maju dengan sayatan bedah yang lebih kecil menjadi semakin populer. Manfaatnya adalah bekas luka yang lebih kecil, rasa sakit yang lebih minim, dan pemulihan yang lebih cepat. Namun, terdapat keseimbangan antara memiliki sayatan yang lebih kecil dan hasil yang tahan lama.
Oleh karena itu, saya ingin mendemonstrasikan teknik bedah yang menggabungkan sayatan mini berukuran 2-3 cm dengan penggunaan sistem implan titanium yang sangat stabil (Spear, Aplus) untuk mengoreksi kelainan deformitas bunion.
Teknik ini menggunakan pelat intramedularis (di dalam tulang) dan sekrup pengunci untuk menstabilkan tulang kaki secara bedah setelah melakukan penyelarasan kembali (koreksi) atau osteotomi. Pelat dan sekrup terbuat dari titanium yang digunakan secara luas sebagai implan ortopedi.
Foto rontgen (Sinar-X) di bawah ini menunjukkan penggunaan sistem implan titanium Spear untuk koreksi deformitas bunion.
Konsep bagaimana sistem implan Spear bekerja ditunjukkan di bawah ini.

Penggunaan pelat Spear dan sekrup pengunci memberikan fiksasi yang stabil. Hal ini memungkinkan pasien untuk berjalan pada hari yang sama setelah operasi dengan sandal medis khusus. Pemulihannya lebih cepat dibandingkan prosedur konvensional yang menggunakan sayatan bedah lebih besar. Di bawah ini adalah foto-foto yang menunjukkan hasil dari prosedur bedah ini.



Selama proses pemulihan, pasien diperbolehkan berjalan menggunakan sandal medis tipe Velcro khusus selama 4 minggu. Sandal ini dapat dilepas untuk mandi. Akan ada kantong kedap air khusus untuk menjaga kaki tetap bersih dan kering saat mandi.
Untuk mencegah berulangnya bunion, tali Velcro khusus digunakan untuk menjaga ibu jari kaki tetap lurus.
Setelah 4 minggu, pasien disarankan untuk menggunakan sandal beratap lebar selama satu bulan berikutnya. Sandal tersebut sebaiknya berbentuk tipe Velcro untuk memberikan ruang bagi pembengkakan kaki.
Fisioterapi dapat dimulai pada periode ini. Pasien diperkirakan dapat kembali melakukan olahraga lari sekitar 3 bulan setelah operasi.