joint pain

Nyeri sendi adalah kondisi umum yang sering dikeluhkan banyak orang - baik pada lutut, bahu, siku, dan sebagainya. Namun, seberapa banyak yang Anda ketahui tentang rasa sakit ini? Anda bisa saja bereaksi berlebihan terhadap masalah sepele, atau justru mengabaikan rasa sakit yang mengindikasikan adanya penyakit tersembunyi! Sangat penting untuk memahami kapan nyeri yang Anda alami tergolong serius dan memerlukan perhatian dokter spesialis.

Apa saja jenis nyeri sendi yang umum? Apa yang menyebabkan nyeri tersebut?

Secara garis besar, terdapat dua jenis nyeri sendi:

  1. Nyeri sendi mekanik
  2. Nyeri sendi inflamasi (peradangan)

Nyeri sendi mekanik biasanya merupakan nyeri sendi akibat 'pengikisan & keausan' (wear & tear) atau proses degeneratif. Paling sering, riwayat trauma bertahun-tahun sebelumnya dapat mempercepat proses degeneratif ini. Nyeri ini juga dapat disertai dengan deformitas (perubahan bentuk) dan pembengkakan, sebagai akibat dari masalah mekanis internal pada sendi. Lutut dan pinggul adalah sendi yang paling sering terkena. Rasa sakit pada nyeri sendi mekanik disebabkan oleh masalah struktural di dalam sendi tersebut. 

Nyeri sendi inflamasi disebabkan oleh mediator inflamasi yang meningkat dalam tubuh. Contohnya termasuk asam urat (gout) dan artritis reumatoid (rheumatoid arthritis), di mana pasien biasanya mengalami pembengkakan dan rasa sakit di sekitar sendi. Obat-obatan yang membantu mengendalikan proses peradangan biasanya dapat mengontrol gejala sendi dengan baik. Pada nyeri sendi inflamasi tingkat lanjut, deformitas dan pembengkakan juga dapat terjadi.

Bagaimana Anda bisa mengetahui apakah itu gejala dari sesuatu yang serius atau hanya pegal-pegal biasa seiring bertambahnya usia?

Mengalami nyeri sendi berkala bisa jadi merupakan hal yang normal, terutama jika penopang otot dan jaringan lunak di sekitar sendi lemah dan tingkat aktivitas melebihi rata-rata. 

Namun, jika nyeri sendi menjadi lebih sering terjadi atau memburuk secara bertahap, itu biasanya merupakan tanda bahwa struktur internal sendi telah terganggu dan berpotensi mengalami kerusakan permanen. 

Selain itu, jika nyeri sendi disertai dengan tanda-tanda bahaya (red flags) lainnya, seperti nyeri di malam hari, demam dan menggigil, penurunan berat badan, atau melibatkan banyak sendi, maka konsultasi dengan dokter spesialis sangat dianjurkan.

Jika sendi saya mengeluarkan bunyi “krek/gemertak” saat bergerak, apakah itu perlu dikhawatirkan?

Tidak selalu. Sendi yang berbunyi bisa jadi cukup umum dan biasanya tidak berbahaya sampai menimbulkan rasa sakit. Rasa sakit biasanya menandakan adanya kelainan struktural internal seperti plika (lipatan membran) atau serpihan jaringan/tulang bebas (loose body) pada lutut, misalnya.

Apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah sendi kita sakit?

Banyak tindakan sederhana yang dapat membantu. Dari semua itu, penurunan berat badan dan latihan penguatan otot secara teratur adalah yang paling efektif. 

Perlu dicatat bahwa bukti ilmiah yang mendukung peran suplemen nutrisi, penyangga sendi (brace), atau bahkan obat antiinflamasi masih tergolong lemah. 

Saat berpartisipasi dalam olahraga atau aktivitas fisik apa pun, pastikan untuk mempelajari teknik yang benar dan menggunakan perlengkapan yang sesuai untuk mencegah cedera atau ketegangan. Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan!